Skip to main content

Posts

Showing posts with the label journal

Ujung minggu yang menyenangkan.

Assalamu'alaykum peeps..  Seperti biasa kalau anak lajang bunda yang kedua balik dari cilegon karena cuti semester atau sekedar weekend, dia akan ke car free day pada hari ahadnya, jika cfd diadakan. Biasanya bunda kalau lagi tidak capek atau tiada kajian bulanan, akan ikut bersama ke cfd.  Alhamdulillah ahad kemarin cuaca baik, selesai subuh bunda bersama anak2 kecuali si bungsu, menuju tempat cfd di jalan Sudirman - Thamrin. Keluar dari halte busway, kami disambut dengan suasana yang ramai dengan masyarakat yang berlari, sekedar berjalan dan yang bersepeda. Setelah cukup berjalan, kami mampir ke sebuah kedai yang berada di jalan Setiabudi Sudirman. Kedai ini menjual sarapan Malaysia. Meskipun tidak lengkap, tapi cukup untuk memuaskan rindu kami akan sarapan ala Malaysia. Seperti diketahui, nasi lemak adalah salah satu sarapan yang terkenal. Tetapi kami lebih memilih mi goreng mamak, roti canai telur dan teh tarik.  Selain itu tersedia juga beberapa camilan kue.  ...

Teh tarik? Bukan ini Teh Karak.

Assalamu'alaykum.. Ini sedikit cerita ketika bunda berada di tanah suci. Berada dalam waktu yang agak lama, tentu ada saatnya untuk membeli sedikit keperluan selama disana. Biasanya untuk membeli makanan ringan atau minuman, bunda pergi ke bin dawood, supermarket yang menjadi destinasi belanja jamaah haji atau umroh disana.  Bunda biasanya melihat-lihat produk ksa yang tidak biasa kita jumpai di tanah air, termasuk teh. Ada banyak variasi teh produk arab saudi. Rata2 varian teh mereka dicampur dengan herbs atau kalau di indo biasanya jadi bumbu masakan. Seperti cengkeh, kapulaga, kayu manis juga jahe dan kunyit. Nah bunda agak penasaran sama teh yang namanya teh karak. Di bin dawood, ada yang dijual satuan (1 sachet) juga. Tapi kok sepertinya agak mahal ya. Apalagi bunda maunya yang sudah dengan gula. Sementara yang dijual satuan itu tanpa gula. Jadinya ragu2 mau beli. Akhirnya bunda hanya membeli teh rabia, merek teh arab saudi yang rasa original . Alhamdulillah rasanya enak, m...

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah

Bunda sebenarnya agak sedih mau nulis ini. Campur aduk perasaan jiwa ini dengan keadaan dunia sekarang. Benarlah apa yang telah diperingatkan Nabi kita, Muhammad  ﷺ. Kita betul2 sudah di ujung zaman. Terlalu banyak hal yang ingin di tulis, namun akan terlalu banyak juga waktu yang terkuras. Intinya dunia dan bahkan negara kita sedang dalam kepada tidak baik2 saja. Dan kemungkinan jika mengikuti hadist2 yang ada dalam kajian2 akhir zaman, keadaan akan semakin memburuk. Allahu a’lam bishshawab. Melihat generasi abad ini, semakin sedih ketika kita bicara akhlak dan adab. Serbuan tehnologi yang semakin kesini semakin membuat risau seperti contohnya AI. Kepalsuan akan merajalela. Lihat saja, ada aplikasi yang bisa menggabungkan 2 foto yang kita inginkan, ntah foto siapapun itu dan kemudian dibikin menjadi sebuah video dengan pilihan gerakan yang diinginkan, ngerii... Belum lagi suara yang bisa ditiru dengan sangat persis seperti aslinya. Dunia seperti apa yang menanti anak2 keturunan ki...

Makin kesini makin kesana

Bismillaah... Menjelang peringatan hari kemerdekaan, makin banyak acara2 yang di gelar seperti pawai, fashion show anak2, dan berbagai lomba. Baik untuk anak2 maupun warga dewasa yang biasanya di monopoli kaum ibu, sepanjang pengamatan saya. Tapi saya merasa makin kesini makin kurang sreg dengan berbagai acara yang dibuat untuk menyambut hari yang amat bersejarah bagi bangsa ini. Saya tidak bermaksud menggeneralisir.  Tidak semua seperti itu. Namun apa yang saya lihat di media2 sosial, menimbulkan rasa miris. Banyak lomba yang arah nya tidak mendidik. Kalaupun hanya untuk kegembiraan atau fun , tapi sepatutnya tidak membuat lomba tersebut menjadi kosong tanpa makna, bahkan menjatuhkan marwah, dengan kata lain terlihat merendahkan kita ataupun anak2 kita yang berpartisipasi dalam lomba.  Mungkin bagi sebagian orang nampak lucu, tapi lucu yang kebablasan menjadi mudhorot, sekaligus "merendahkan". Saya melihat ada lomba yang dilakukan anak2 dengan wajah sekonyol mungkin, saling...

Kenapa...

Kenapa.... Karena, Anakmu bukan milikmu, ia milik sang Maha Berkehendak. Maka bertenanglah, serahkan segalanya pada Allah sang Maha membolak balikkan hati mahlukNya. Jangan ada kata jenuh dalam doamu. Jangan ada kata letih dalam menasihatinya. Ikhlas dan ridho atas apa yang sudah menjadi ketetapan Allah. Semoga dengan ridho dan ikhlasmu, rahmat Allah akan turun untuk anakmu. Coretan bunda, maret 2022  

Lebaran 2022 M

  Alhamdulillah, tahun ini lebaran terasa bermakna lagi setelah 2 tahun seperti dijauhkan dari silaturrahim dan ukhuwah dengan para kesayangan. Bunda sendiri serta keluarga tidak begitu 'saklek' dengan aturan penguasa. Rumah kami tetap terbuka. Dan alhamdulillah  lebaran disaat pandemi tahun 2020, kami akhirnya berhasil mengunjungi omanya anak2, walaupun bukan di hari Raya 1 dan 2. Alhamdulillah pula, omanya anak2 bukan yang terlalu 'parno' dengan c0v1d ini. Pandemi tahun berikutnya yakni 2021 walaupun pemerintah masih ketat dengan peraturan, tapi orang2 sudah mulai "berani" keluar demi silaturrahim terutama ke tempat sanak saudara terdekat. Sebagian masjid juga sudah mengadakan solat ied dengan protokol yang ketat. Alhamdulillah bunda dan anak2 bisa bersama oma 2 hari sebelum lebaran sambil sama2 menyiapkan hidangan hari raya yang sederhana namun nikmat. Namun begitu masih banyak saudara dan family yang masih belum mau "membuka pintu" untuk kunjunga...

"Ya, bagus"

  Salaam... Pagi ini saat membuka Google, niat bunda mau mencari gambar terbaik untuk ucapan Hari Guru Nasional. Mata bunda langsung tertuju ke doodle nya Google. Bunda masih belum 'ngeh' kalau itu ternyata ilustrasinya Pak Tino Sidin, aah..😍. Ayoo.... siapa yang pernah kirim2 gambar ke TVRI awal tahun 80an?  Begitu tahu, ingatan bunda langsung melayang ke jaman kanak2 dulu. Acara 'gemar menggambar' Pak Tino Sidin adalah acara yang bunda tunggu2. Bagaimana tidak, masa itu acara tv sangat terbatas dan acara untuk anak2 tentunya lebih sedikit. Tapi justru disitulah kenangan yang amat indah dan masa2 yang penuh ketenangan untuk anak2. Tiada tolok bandingannya dengan keadaan anak2 masa kini. Yah, tidak dapat dinafikan karena peredaran masa terus berubah dan zaman berganti. Bunda pada ketika itu, ada beberapa kali  mengirim hasil karya bunda ke pak Tino. Rasanya pasti bangga sekali ketika gambar kita masuk tv dan dikomentari oleh Pak Tino. Seingat bunda, diantara beberapa g...

La Pasta

Semua anak2 ku suka pasta. Mau itu spaghetti, fetucini, makaroni, fusili dan lainnya. Variasi masaknya selain dikasi saus instan yang standar  seperti bolognese dan carbonara , anak2 juga suka di goreng ala2 sambal, bahkan di bikin dadar ala2 dadar mi. Ada cara yang lebih simple yakni aglio olio . Masaknya cuma dikasih minyak zaitun dan irisan bawang, cabai, serta potongan daging ikan tuna biar maknyus. Tapi anak2 kurang suka. Kalau lagi rajin dan bahan di dapur lengkap, anak2 suka aku buatkan makaroni skotel kukus. Ketika kami  masih tinggal di malaysia, skotel nya dipanggang dan ditambah saus keju. Dahulu kami suka pakai saus instan seperti preg* untuk yang carbonara, karena disana harganya tidak mahal. Sekarang saus kaleng aku ganti dengan membuat saus sendiri. Rasa memang tidak sama, karena krim kental aku ganti susu dan tidak memakai herbs ala masakan Italy layaknya saus  carbonara . Tapi alhamdulillah anak2 tetap suka apa yang bundanya sajikan. Mas...

Bahagia itu sederhana

Source of the  Picture Bisa solat tepat waktu, itu bahagia Bisa hadir di majelis ilmu, itu bahagia Bisa membuat anak tersenyum lebar ketika pulang sekolah walau hanya dengan membelikan 2 bungkus kacang goreng kegemaran nya, itu bahagia Bisa mengucapkan terima kasih dengan penuh ikhlas pada sopir angkot, itu bahagia Bisa mimpi ketemu almarhum suami dan melihat wajahnya, itu bahagia Bisa tersenyum melihat video kenangan bersama almarhum suami walau dalam keadaan rindu dan sedih, itu bahagia Bisa mengucapkan salam (assalamu'alaikum) pada orang lain di jalan, itu bahagia Bisa membuat orang tersenyum walau hanya dengan membawakan secawan es doger abang2, itu bahagia Bisa bersedekah untuk kedua orang tua yang sudah tiada, itu bahagia Bisa rutin mendoakan anak2, itu bahagia Bisa zikir sehabis solat, itu bahagia Bisa jalan kaki berdua anak ke madrasah nya sambil berceloteh  dengan semangat, itu bahagia Bisa menemukan sesuatu untuk di syukuri setiap hari...

Bawa plastik sendiri

Kemarin terbaca berita yang sedih, tentang mati nya seekor ikan paus di Philippina. Sebelum ini, ada juga kasus yang sama di lokasi yang lain. Yang mengenaskan, paus muda ini mati karena menelan sampah plastik, yang ditemukan berada di dalam perutnya. Plastik, ya... Sesuatu yang sehari-hari kita gunakan untuk belanja, menjadi sesuatu yang dapat membunuh mamalia besar di lautan luas. Beberapa tahun lalu ketika masih ada situs multiply, saya pernah menulis tentang aturan pemerintah negeri selangor di malaysia, untuk anjuran membawa tas belanja sendiri. Setiap weekend premis2 di negeri selangor, termasuk pasaraya harus mengenakan biaya 20 sen kepada pembeli untuk setiap plastik yang mereka berikan. Ini sebuah langkah yang sangat saya dukung. Tak berapa lama kemudian, saya baca  di beberapa pasaraya besar (seperti Carrefour) di Jakarta, juga ikut melaksanakannya. Tapi kelihatannya hal tersebut tak berlangsung lama. Ahad kemarin saja, ketika saya ke transmart, mereka masih memberi ka...

Ketika terdesak

Bismillaah..  Seharusnya saya sudah bergerak untuk berusaha, mencari rezeki halal untuk kehidupan kami ke depan. Tapi entah kenapa saya masih bisa dibilang santai. Alhamdulillah Allah selalu mencukupkan rezeki adik saya untuk berbagi dengan saya dan anak2. Saya menjalani hidup ini lebih kepada pasrah dan bergantung pada Allah. Saya bukan pasrah begitu saja. Sedikit simpanan yang ada, tentunya lama kelamaan akan habis. Pertama sekali tentunya usaha saya memohon pertolongan Allah untuk dapat move on, untuk di berikan kekuatan, serta jalan bagi memulai usaha saya. Karena saya yakin, bahwa apapun pergerakan kita di muka bumi ini atas izin dan kekuatan yang di berikan oleh Allah azza wa jalla. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah... Dengan keterbatasan kemampuan menjahit yang saya ada, Insyaa Allah saya akan membuat kraf kecil seperti dompet dan lainnya yang terbuat dari bahan kain. Otak saya sudah penuh dengan rencana.  Anehnya, saya bisa mendadak menjahit dalam...

Bekal vs jajan

Bismillaah..  Kemarin dapat pesan yang sedang viral,  tentang penemuan jajanan anak sekolah yang berbahaya, dari salah satu grup WA. Semakin lama semakin ngeri melihat laporan tentang jajanan  anak2, yang di jual abang2, yang tersebar di sekitar kawasan luar pagar sekolah. Bikin kita beristighfar panjang. Miris. Ketika saya menetap di Malaysia, di sekolah rendah kebangsaan (SD negri), yang namanya penjual jajanan tidak kalah banyak dengan abang2 di jakarta. Tapi selama hidup di sana serta mempunyai pengalaman menyekolahkan ke 3 anak2 di sekolah kebangsaan, saya sering memperhatikan para penjual jajanan di sana. Setiap saya menunggu untuk menjemput mereka pulang, saya suka mengamati jajanan anak2 tersebut. Ragamnya tidak seperti di jakarta tentu saja. Tapi sepanjang pemerhatian saya, yang membuat prihatin adalah banyak yang menjual minuman soda berwarna warni dan snack yang tidak jelas bahannya, apalagi faedahnya. Penuh dengan zat pewarna dan gula. Selain jajanan ya...

"Bernafas kembali"

Assalamu'alaikum... Kali ini bunda hanya bikin secuil catatan. Tentang perasaan syukur pada Allah, setelah nikmat bernafas dengan lega Allah kembalikan kepada kami, selepas di tarik semenjak bulan agustus yang lalu dengan hadirnya jerebu atau asap kebakaran hutan di Sumatra beberapa waktu yang lalu ditahun 2015. Di bulan September pula, Oma datang berlibur dalam keadaan udara yang menyesakkan. Bahkan karena indeks pencemaran sudah demikian tinggi, pelajar-pelajar di sekolah-sekolah sempat diliburkan sampai seminggu. Kami yang ingin menyenangkan orang tua kami pun merasa serba salah, karena tidak dapat mengajak oma bersiar-siar diluar. Bagaimanapun, alhamdulillah sempat juga kami naik ke tempat yang tinggi di Cameron Highland untuk berlibur dan membawa Oma berjalan-jalan di udara yang tidak berasap serta sejuk. Saat Oma kembali ke Jakarta setelah berlibur selama 3 minggu, asap masih menyelimuti ruang udara malaysia. Gambar di bawah ini, keadaan di KLIA saat mengantar oma ke ban...