Skip to main content

Posts

Showing posts from 2026

Miris

Bismillaah.. Seperti tak ada habisnya membahas mentalitas sebagian, sekali lagi sebagian orang Indonesia. Sayangnya sebagian itu adalah bagian besarnya . Ini tentang membuang sampah. Dalam perjalanan saya menunggu bus transjakarta ke Pulogadung melalui terminal Kampung Melayu, baru saja seorang driver bus, membuang sampah dari dalam, saat bus nya sedang berhenti di terminal. Sampah itu memang nampak kecil saja, tapi kalau kebanyakan manusia Indonesia berprilaku atau mempunyai habit seperti itu, apa jadinya? Jenis manusia seperti ini kalau diberitahu, kemungkinan hanya menjawab, "santai aja, ada pekerja kebersihan kok", atau "pasukan oren kan memang pekerjaannya itu". Tidak heran satu ketika, saya yang sedang memeriksa jawaban murid kelas 1 madrasah diniyah, yang soal essay nya adalah, "Siapakah yang harus menjaga kebersihan?". Jawaban yang ditulisnya, "pasukan oren". Hahaha, tergelak saya seketika. Tidak salah juga sih, tapi ini menggambarkan ...

Memanfaatkan instant oat yang tidak habis2.

Assalamu'alaykum peeps.  Anak bunda yang kedua kuliah di luar kota. Dia harus ngekos di daerah dekat kampusnya. Kadang si abang ini membeli oat instan buat persediaan makanan yang cepat dan mudah dimakan, di saat waktu cukup sempit, kala lapar menyerang, diantara kesibukan menyelesaikan tugas2 kuliahnya. Tapi kemarin sebelum cuti kuliah dimulai, stoknya masih tersisa banyak. Jadi daripada rusak karena ditinggal cuti kuliah selama hampir 3 bulan, maka bunda suruh bawa balik ke Jakarta. Sampai rumah, ya sudah, gak tersentuh juga sama si abang, karena tersedia banyak pilihan. Maka bunda mencari-cari resep untuk memanfaatkan oat instant ini. Ternyata selain buat campuran pancake , ada resep savoury juga. Nah yang ini cocok buat bunda. Oatnya dibuat menjadi semacam wraps . Tapi ini versi sehat, karena tidak memakai tepung.  Kebetulan ada sisa ayam suwir saus tiram di kulkas, juga ada timun. Jadi bunda langsung eksekusi aja. Untuk jadi wraps, oatmeal diratakan di atas Teflon dan ...

Sekilas mirip kue serimuka / serikaya

Di hari raya idul fitri kemarin, bunda dan keluarga sempat berkunjung ke rumah pakcik bunda yang tinggal di Cilegon Banten. Ketika mau pulang, kami dibekali oleh2 beberapa macam. Salah satunya nampak seperti kue serimuka atau disebut juga ketan serikaya, atau gading galuh dalam bahasa ibunda saya yang orang melayu deli, Sumatra Utara. Tapi dibungkus dalam plastik dan nampak agak kering. Setelah dibuka, ternyata bagian atas yang mirip lapisan tepung gula merah terbuat dari kacang tanah... begitu bunda coba ternyata enaak sekali. Perpaduan gurihnya kacang tanah tumbuk dan manisnya ketan  dibawahnya...masya Allah. Maka timbullah rasa penasaran bunda, apakah nama makanan ini sebenarnya? Bunda upload lah foto kue itu di google, dan muncul nama ini, gipang sultan, yang dijual di market place. Dulu bunda menyebutnya jipang untuk camilan yang terbuat dari kacang dan gula merah. Ternyata jipang berkembang menjadi bermacam ragam.  Rasanya memang manis, tapi gak bikin muak. Yumm 😋