Skip to main content

Miris

Bismillaah..

Seperti tak ada habisnya membahas mentalitas sebagian, sekali lagi sebagian orang Indonesia. Sayangnya sebagian itu adalah bagian besarnya. Ini tentang membuang sampah.



Dalam perjalanan saya menunggu bus transjakarta ke Pulogadung melalui terminal Kampung Melayu, baru saja seorang driver bus, membuang sampah dari dalam, saat bus nya sedang berhenti di terminal.


Sampah itu memang nampak kecil saja, tapi kalau kebanyakan manusia Indonesia berprilaku atau mempunyai habit seperti itu, apa jadinya?
Jenis manusia seperti ini kalau diberitahu, kemungkinan hanya menjawab, "santai aja, ada pekerja kebersihan kok", atau "pasukan oren kan memang pekerjaannya itu".

Tidak heran satu ketika, saya yang sedang memeriksa jawaban murid kelas 1 SD, yang soal essay nya adalah, "Siapakah yang harus menjaga kebersihan?". Jawaban yang ditulisnya, "pasukan oren". Hahaha, tergelak saya seketika. Tidak salah juga sih, tapi ini menggambarkan kondisi sikap atau perilaku masyarakat terhadap cara memandang tanggung jawab atas kebersihan lingkungan.


Terus terang, rasanya penat melihat orang dengan mudahnya membuang sampah sesuka hatinya. Dari anak2 kecil sampai orang dewasa. Laki2 maupun perempuan. Saya sendiri alhamdulillah dari kecil sudah dididik untuk tidak sembarangan membuang sampah. Bahkan sehalus dan seringan plastik pembungkus sedotan air mineral, akan saya masukkan sementara ke dalam tas saya, ketika berada di luar. Dan hal ini saya terapkan juga kepada anak2 saya. 

Saat ini, karena saya mengajar anak2 madrasah, hal ini selalu saya ulang2 kepada mereka. Kalau tertangkap tangan sedang membuang sampah seenaknya, saya akan langsung menggandeng tangannya untuk mengambil sampah tadi, kemudian mengarahkannya untuk membuang ke tempat sampah di sekolah.

Sekarang, kenapa hal yang sudah di ulang2, masih tetap berlaku pada anak2? Karena peran orangtua dan orang terdekat di rumah juga sangat diperlukan. Bagaimana si anak mau disiplin, kalau ibunya saja yang sedang berada di lingkungan sekolah, kelihatan membuang sampah jajanan di selokan depan sekolah?

Lalu kenapa kalau di mall atau di institusi2 atau bangunan resmi, orang2 bisa patuh untuk membuang sampah di dalam bin (tempat sampah)?
 
Peer panjang buat kita semua.

📌 Data bahwa sebagian besar masyarakat yang berprilaku seperti disebut, dapat dilihat di internet. Salah satunya disini: 
https://data.goodstats.id/statistic/orang-indonesia-masih-suka-buang-sampah-sembarangan-apa-alasannya-AXngN

Comments

Popular posts from this blog

Suitcase cover bikinan sendiri

Assalamu'alaikum Ceritanya ini pas bunda mau pulkam berdua saja dengan ponakanku caca, balik ke Jakarta, setelah caca selesai berlibur di malaysia . Karena kami  membawa koper bagasi sampai 2 buah, jadi perlu menyiapkan cover untuk perlindungan bagasi kami. Soalnya nge' wrap ' koper  dibandara makin lama semakin mahal. Mau beli cover   yang ' fancy '2 itu juga rasanya gak worthed sama harganya, karena kalau sudah tersangkut ya sobek juga. Pengalaman ku ada 2 kali beli, ke dua2nya sobek juga. Yah, namanya juga koper penumpang, di lempar2 dari kargo pesawat. 😅 . Kemudian  aku search untuk cara bikin sarung nya sendiri. Dan aku paling suka nyari tutorial di yt. Ternyata video yang diy untuk suitcase cover tidak banyak . Akhirnya ketemu satu channel   yang berbahasa latin. Tetapi karena materialnya  cuma berbahan jersey atau baju kaos, tanpa paham bahasa pun bisa diikuti langkahnya. Langsung saya 'eksekusi' deh. Segera bunda cari kaos2 t-shirt yang...

Lap tangan/ lap dapur dari handuk bekas

Assalamu'alaikum... Kalau lagi jalan2 lalu tergoda lap tangan yang cantik dan murah, jangan langsung dibeli... 😁 Lebih baik bikin sendiri. Kalau dirumah ada handuk yang tak dipakai lagi, karena sobek atau dah bosan, lebih baik dimanfaatkan. Cuma ditambah kain perca dan sedikit pita. Di jamin lebih murah dan yang penting ada rasa puas, karena hasil buatan sendiri.Tapi mohon maaf, saya bikinnya cara 'koboy', tak pakai ukuran . Mulai dengan bismillah... Yang diperlukan: Handuk yg sdh dipotong, kain setengah lingkaran x2. sepotong pita, dan pengeras kain jika perlu Langkah2nya: 1. Gunting kain setengah lingkaran 2 buah, boleh pakai pengeras kain 2. Siapkan pita, lipat 2, sematkan jarum spy tak bergeser 3. Letakkan di tengah2 bagian atas kain bagian luar dgn lipatan disebelah dalam 4. Timpa dengan kain yg satu lagi, dgn bagian luar disebelah dalam, semat sekelilingnya 5. Jahit sekeliling setengah lingkaran 6. Gunting2 bagian pinggir, (jangan terguntin...

Keranjang sepeda dari kain

Assalamu'alaikum... Edisi mengurangi tumpukan kain sisa lagi... Akhirnya setelah bertahun, keinginan membuat keranjang sepeda dari kain untuk anak2 terwujud jua. Sayangnya cuma abang Daffa yang masih bersepeda. Dan abang tentu saja tidak mau pakai keranjang di sepedanya😁. Alhamdulillah bunda punya ponakan cilik yang perempuan, yang lagi suka2nya main sepeda di halaman belakang rumahnya.  Jadi bunda itu dulu suka banget bloghopping, demi mencari tutorial simple sewing. Ketemulah beberapa diy blog yang  membuat keranjang sepeda dari kain. Hanya saja bunda menunda untuk "mengeksekusi" nya. Hari berganti, bulan dan tahun pun terus bertukar. Setelah tinggal di Jakarta lagi, lihat ponakan main sepeda, jadi pengen buatin . Bunda pun balik mencari cara membuatnya di internet. Alhamdulillaah ketemu. Bahkan bunda ketemu beberapa tutorial dengan desain yang berbeda. Tapi ini yang paling simpel.  Membuatnya cukup mudah, apalagi yang ada mesin jahit. Bunda hanya share beberap...