Skip to main content

Posts

Showing posts with the label happiness

Bahagia itu sederhana (2)

Assalamu'alaykum... Bahagia itu sebenarnya tidak sukar untuk dicapai. Seperti apapun kondisi kita, kalau masih ada yang bisa di syukuri dalam hidup kita, seharusnya kita masih bisa bahagia. Jadi kuncinya rasa bersyukur. Sebelumnya, bunda pernah menulis judul yang sama di blog bunda ini, anggap sebagai bagian pertama ya? Yuk dibaca disini . Lanjut ya... apakah kamu, Masih bisa beribadah dengan tenang? Masih punya badan yang sehat? Masih punya keluarga yang baik? Masih ada tempat tinggal yang layak? Masih bisa makan tiap hari? Masih bisa jalan pagi di hari Ahad di ujung minggu? Dan kalau dicari terus, pasti ada dan ada yang bisa di syukuri.  Alhamdulillah, ada kebahagiaan tersendiri ketika tadi pagi, bunda bisa jalan pagi/jogging sama anak bunda, yang biasanya jarang mau diajak jalan...  Teruskan bersyukur ya...

Terima kasih ananda

Assalamu'alaykum... Kembali dari tanah suci, pertengahan Juli lalu, bunda mulai masuk madrasah lagi dan langsung dapat surprise . Allahumma baarik... tak sangka bunda dapat kenang2an juga dari murid bunda yang satu ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, sebut saja namanya F. Terima kasih banyak ya ananda. Semoga semakin solehah, makin pintar, makin sukses dan disayang Allah juga jadi kebanggaan ayah dan bundanya. Ananda F, murid bunda yang satu ini, anaknya aktif, sedikit ceriwis tapi santun dan beradab. Suka bertanya dan selalu ingin menjawab duluan. Bikin bunda yang mengajar jadi tambah semangat. Iya.. setiap guru pasti sangat semangat menghadapi murid seperti ananda F ini. Masya Allah... hadiahnya bagus sekali, dan bunda suka banget. Insya Allah, mangkuknya selalu akan bunda dan keluarga pakai, sehingga ananda F selalu dapat pahala jariah yaa.. Jazaakillaahu khayr 🤲🏻🥰

Lebaran 2022 M

  Alhamdulillah, tahun ini lebaran terasa bermakna lagi setelah 2 tahun seperti dijauhkan dari silaturrahim dan ukhuwah dengan para kesayangan. Bunda sendiri serta keluarga tidak begitu 'saklek' dengan aturan penguasa. Rumah kami tetap terbuka. Dan alhamdulillah  lebaran disaat pandemi tahun 2020, kami akhirnya berhasil mengunjungi omanya anak2, walaupun bukan di hari Raya 1 dan 2. Alhamdulillah pula, omanya anak2 bukan yang terlalu 'parno' dengan c0v1d ini. Pandemi tahun berikutnya yakni 2021 walaupun pemerintah masih ketat dengan peraturan, tapi orang2 sudah mulai "berani" keluar demi silaturrahim terutama ke tempat sanak saudara terdekat. Sebagian masjid juga sudah mengadakan solat ied dengan protokol yang ketat. Alhamdulillah bunda dan anak2 bisa bersama oma 2 hari sebelum lebaran sambil sama2 menyiapkan hidangan hari raya yang sederhana namun nikmat. Namun begitu masih banyak saudara dan family yang masih belum mau "membuka pintu" untuk kunjunga...

Kari pap mak cik(ida)

 Assalamu'alaikum.... Sebenarnya lucu juga, selama hampir 18 tahun tinggal di malaysia, bunda malah gak pernah bikin curry  puff sendiri. Padahal membuat nya mudah.  Sebabnya tentu saja, karena banyak yang  menjualnya. Di gerai penjual nasi lemak di sekitar perumahan, kita akan menemukan hampir semua  pedagang menjual karipap dan tentunya  kue2 lain. Tapi setelah 2,5 tahun kembali ke Jakarta,  tetiba bunda terasa rindu ngemil karipap. Alhamdulillah... kebetulan adik bunda masih punya bumbu kari dari  malaysia. Kebetulan juga pas puasa, jadi bisa buat takjil. Bunda ikut resep yang paling mudah di Youtube channel iCookAsia (malaysia). Kalian yang mau buat karipap atau curry puff , tapi gak mau yang ribet, ikuti saja resep yang ada  disini . Alhamdulillaah, anak2 pada senang buka puasa ada karipap. Jadi terobati sedikit rindu kami pada Malaysia.

Bahagia itu sederhana

Source of the  Picture Bisa solat tepat waktu, itu bahagia Bisa hadir di majelis ilmu, itu bahagia Bisa membuat anak tersenyum lebar ketika pulang sekolah walau hanya dengan membelikan 2 bungkus kacang goreng kegemaran nya, itu bahagia Bisa mengucapkan terima kasih dengan penuh ikhlas pada sopir angkot, itu bahagia Bisa mimpi ketemu almarhum suami dan melihat wajahnya, itu bahagia Bisa tersenyum melihat video kenangan bersama almarhum suami walau dalam keadaan rindu dan sedih, itu bahagia Bisa mengucapkan salam (assalamu'alaikum) pada orang lain di jalan, itu bahagia Bisa membuat orang tersenyum walau hanya dengan membawakan secawan es doger abang2, itu bahagia Bisa bersedekah untuk kedua orang tua yang sudah tiada, itu bahagia Bisa rutin mendoakan anak2, itu bahagia Bisa zikir sehabis solat, itu bahagia Bisa jalan kaki berdua anak ke madrasah nya sambil berceloteh  dengan semangat, itu bahagia Bisa menemukan sesuatu untuk di syukuri setiap hari...

Makaroni sorong seper empat

Last piece, make it hot with a little dash of boncabe Ada sisa makaroni rebus semangkuk, Ada pentol bakso 5 biji, Sayuran tinggal ada wortel dalam kulkas, Telor masih ada beberapa butir, Susu bubuk ada, tambah air, bikin setengah cangkir Tepung gandum ana, isih akeh. Jalan sikit ke kedai yang dekat dengan rumah, beli keju cheddar yang harge 5000 sebungkus. Balik rumah, kocok 2 butir telur yg agak besar. Bersama setengah cangkir susu, transfer kan kocokan telur ke dalam sebentuk baskom. Parutin wortel, potongin bakso, lalu *"main campak2" ke dalam baskom yg berisi telur dan susu. Masuklah makaroni ku ke dalam baskom. Gaulkan sedikit tepung, bagi melekat kan mereka. Serbuk garlic, white pepper dan chicken powder jatuh berterabur diatas nya. Sempurna kan dengan garam dan parutan keju. Aduk. Rata. Teflon yang sudah panas siap menyambut mereka. Dadar kan Balik kan secara perlahan Topping kan dengan sedikit keju yang bersisa Alhamdulillah... Bagi....