Skip to main content

Posts

Showing posts with the label family

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah

Bunda sebenarnya agak sedih mau nulis ini. Campur aduk perasaan jiwa ini dengan keadaan dunia sekarang. Benarlah apa yang telah diperingatkan Nabi kita, Muhammad  ﷺ. Kita betul2 sudah di ujung zaman. Terlalu banyak hal yang ingin di tulis, namun akan terlalu banyak juga waktu yang terkuras. Intinya dunia dan bahkan negara kita sedang dalam kepada tidak baik2 saja. Dan kemungkinan jika mengikuti hadist2 yang ada dalam kajian2 akhir zaman, keadaan akan semakin memburuk. Allahu a’lam bishshawab. Melihat generasi abad ini, semakin sedih ketika kita bicara akhlak dan adab. Serbuan tehnologi yang semakin kesini semakin membuat risau seperti contohnya AI. Kepalsuan akan merajalela. Lihat saja, ada aplikasi yang bisa menggabungkan 2 foto yang kita inginkan, ntah foto siapapun itu dan kemudian dibikin menjadi sebuah video dengan pilihan gerakan yang diinginkan, ngerii... Belum lagi suara yang bisa ditiru dengan sangat persis seperti aslinya. Dunia seperti apa yang menanti anak2 keturunan ki...

Bawa bekal dong.

Hai, assalamu'alaykum... Bunda kalau yang namanya mau jalan2, suka banget bikin sangu atau bekal. Walaupun ada kemungkinan di tempat itu nanti akhirnya beli makanan atau jajan juga, tapi bunda sudah biasa membawa makanan sendiri. Dari anak2 kecil sampai besar sewaktu ayahnya masih ada, kami sering diajak piknik dadakan. Bukan di tempat piknik yang khusus, tapi cukup ke taman2 umum. Apalagi dulu ketika tinggal di malaysia, cukup banyak sekali taman umum indah, luas, nan gratis. Terutama di kawasan Putrajaya.  Maka biasanya stok roti tawar selalu ada di rumah. Roti ini sangat mudah di buat apa saja. Tapi biasanya yang praktis bikin sandwich. Ini bekal abang dengan bermacam pelengkap. Kotak makan plastik bawa dari jakarta, wet tissue dari flight tantenya anak2 balik dari umroh, saus sambal dan tissue kertas solaria, dapat pas beli nasgor di bandara, tak lupa di kasih 'belt' dari gelang karet . Jadi ini cerita pas kami ke malaysia cuti sekolah yang lalu. Selain jalan berempa...

Kenapa...

Kenapa.... Karena, Anakmu bukan milikmu, ia milik sang Maha Berkehendak. Maka bertenanglah, serahkan segalanya pada Allah sang Maha membolak balikkan hati mahlukNya. Jangan ada kata jenuh dalam doamu. Jangan ada kata letih dalam menasihatinya. Ikhlas dan ridho atas apa yang sudah menjadi ketetapan Allah. Semoga dengan ridho dan ikhlasmu, rahmat Allah akan turun untuk anakmu. Coretan bunda, maret 2022  

Bagai air dicincang

Assalamu'alaykum all. Blog pertama di tahun 2023. Allahu akbar, waktu benar2 semakin terasa cepat. Detik, menit dan jarum jam yang bergerak masih seperti dahulu, tapi dengan keadaan dunia yang semakin sibuk, semua terasa terlalu cepat. Begitu cepatnya, sampai tidak terasa ayah telah 5 tahun tiada di sisi bunda dan anak2. Untuk anak2 bunda, semoga kalian bertiga tetap bagaikan air di cincang, tak pernah putus, walaupun bunda sudah tiada. Selalu silaturrahim, saling mendoakan dan mendukung dalam keadaan apapun. Karena kalian bertiga pernah berada dalam rahim bunda yang sama, memiliki darah ayah yang sama, sehingga kasih sayang keterikatan keluarga akan mengatasi apapun yang terjadi. Semoga kelak kita berkumpul lagi di Jannah bersama2 yang kita sayangi...aamiin.  Ini gambar now and then anak2 bunda di akhir 2022 kemarin. Balik dari Ireland, si kakak langsung ngajak abang Daffa ke library dan TIM. Si adik juga sudah hampir sebesar si abang. Jadi teringat sama sarung bantal (cushion c...

Lebaran 2022 M

  Alhamdulillah, tahun ini lebaran terasa bermakna lagi setelah 2 tahun seperti dijauhkan dari silaturrahim dan ukhuwah dengan para kesayangan. Bunda sendiri serta keluarga tidak begitu 'saklek' dengan aturan penguasa. Rumah kami tetap terbuka. Dan alhamdulillah  lebaran disaat pandemi tahun 2020, kami akhirnya berhasil mengunjungi omanya anak2, walaupun bukan di hari Raya 1 dan 2. Alhamdulillah pula, omanya anak2 bukan yang terlalu 'parno' dengan c0v1d ini. Pandemi tahun berikutnya yakni 2021 walaupun pemerintah masih ketat dengan peraturan, tapi orang2 sudah mulai "berani" keluar demi silaturrahim terutama ke tempat sanak saudara terdekat. Sebagian masjid juga sudah mengadakan solat ied dengan protokol yang ketat. Alhamdulillah bunda dan anak2 bisa bersama oma 2 hari sebelum lebaran sambil sama2 menyiapkan hidangan hari raya yang sederhana namun nikmat. Namun begitu masih banyak saudara dan family yang masih belum mau "membuka pintu" untuk kunjunga...