Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cerita

Tas Selempang

 Assalamu’alaikum Ini adalah hasil karya bunda yang sudah lama, tapi tak mengapa kalau bunda ingin cerita sedikit ya.  Sejak awal mencoba menjahit, bunda paling suka membuat tas. Karena membuatnya mudah dan sangat berguna serta bisa membuat bunda berhemat, karena tidak perlu membeli tas lagi. Ketika tinggal di Malaysia, mobilitas bunda sangat tinggi. Setiap pagi bunda akan mengantar anak2 bunda ke sekolah, yang sekolahnya juga berlainan arah. Lalu mampir ke kedai untuk belanja kebutuhan pangan. Siangnya bunda menjemput sang adik untuk kemudian menyiapkannya pergi ke sekolah agama. Sementara si kakak dijemput agak petang. Setiap hari bunda akan memakai tas yang paling ringkas dan mudah dibawa kemanapun tanpa perlu memeganginya. Itulah sebabnya bunda suka sekali memakai sling bag atau tas selempang ini. Semua keperluan masuk dan tidak repot memegang dompet, kunci dan sebagai nya. Tangan tinggal membawa kotak makan siang yang bunda siapkan untuk si adik, untuk menghemat waktuny...

Teh tarik? Bukan ini Teh Karak.

Assalamu'alaykum.. Ini sedikit cerita ketika bunda berada di tanah suci. Berada dalam waktu yang agak lama, tentu ada saatnya untuk membeli sedikit keperluan selama disana. Biasanya untuk membeli makanan ringan atau minuman, bunda pergi ke bin dawood, supermarket yang menjadi destinasi belanja jamaah haji atau umroh disana.  Bunda biasanya melihat-lihat produk ksa yang tidak biasa kita jumpai di tanah air, termasuk teh. Ada banyak variasi teh produk arab saudi. Rata2 varian teh mereka dicampur dengan herbs atau kalau di indo biasanya jadi bumbu masakan. Seperti cengkeh, kapulaga, kayu manis juga jahe dan kunyit. Nah bunda agak penasaran sama teh yang namanya teh karak. Di bin dawood, ada yang dijual satuan (1 sachet) juga. Tapi kok sepertinya agak mahal ya. Apalagi bunda maunya yang sudah dengan gula. Sementara yang dijual satuan itu tanpa gula. Jadinya ragu2 mau beli. Akhirnya bunda hanya membeli teh rabia, merek teh arab saudi yang rasa original . Alhamdulillah rasanya enak, m...

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah

Bunda sebenarnya agak sedih mau nulis ini. Campur aduk perasaan jiwa ini dengan keadaan dunia sekarang. Benarlah apa yang telah diperingatkan Nabi kita, Muhammad  ï·º. Kita betul2 sudah di ujung zaman. Terlalu banyak hal yang ingin di tulis, namun akan terlalu banyak juga waktu yang terkuras. Intinya dunia dan bahkan negara kita sedang dalam kepada tidak baik2 saja. Dan kemungkinan jika mengikuti hadist2 yang ada dalam kajian2 akhir zaman, keadaan akan semakin memburuk. Allahu a’lam bishshawab. Melihat generasi abad ini, semakin sedih ketika kita bicara akhlak dan adab. Serbuan tehnologi yang semakin kesini semakin membuat risau seperti contohnya AI. Kepalsuan akan merajalela. Lihat saja, ada aplikasi yang bisa menggabungkan 2 foto yang kita inginkan, ntah foto siapapun itu dan kemudian dibikin menjadi sebuah video dengan pilihan gerakan yang diinginkan, ngerii... Belum lagi suara yang bisa ditiru dengan sangat persis seperti aslinya. Dunia seperti apa yang menanti anak2 keturunan ki...

Kenapa...

Kenapa.... Karena, Anakmu bukan milikmu, ia milik sang Maha Berkehendak. Maka bertenanglah, serahkan segalanya pada Allah sang Maha membolak balikkan hati mahlukNya. Jangan ada kata jenuh dalam doamu. Jangan ada kata letih dalam menasihatinya. Ikhlas dan ridho atas apa yang sudah menjadi ketetapan Allah. Semoga dengan ridho dan ikhlasmu, rahmat Allah akan turun untuk anakmu. Coretan bunda, maret 2022  

Allah yang Maha Baik

  Siapa yang akan menyangka, apa yang kita cita2kan di waktu kecil, kemudian pudar ketika kita memasuki fase pendidikan berikutnya karena satu dan lain hal, tiba2 di masa yang boleh dibilang sudah tua, barulah terwujud. Allah Maha Baik. Tidak terasa sudah satu semester saya mengabdi di Madrasah Diniyah awaliyah, milik guru majelis ta'lim saya yang juga guru dari ibunda saya. Beliau memiliki madrasah yang berdiri sejak awal tahun 80-an. Meskipun sudah sepuh, namun semangat dakwah beliau dan meneruskan madrasahnya masih sangat kuat. Saya kebetulan menggantikan guru yang sudah berhenti karena usia dan kesehatan. Saya sendiri tidak ada basic mengajar. Jadi boleh dibilang saya juga belajar mengajar. Alhamdulillah ala kulli haal. Dengan ups and downs nya, sedikit demi sedikit saya belajar. Ternyata menyenangkan menjadi seorang guru. Seperti halnya apa yang saya impikan puluhan tahun lalu. Menghadapi macam2 polah/kelakuan anak2 sekarang, menjadi suka dan juga sedih/miris saya. Tapi se...

Begini cara supaya anak makan pisang (selain ambon/cavendish)

Jadi emak berarti harus panjang akal saat  menyediakan makanan  untuk anak2. Anak2 ini, kalau hidangan yang sudah menyangkut buah, mereka agak memilih. Misalnya pisang, maunya jenis tertentu. Jadi kalau tak sesuai ekspektasi mereka, maka emak mesti kreatif supaya pisang yang sudah terbeli bisa masuk perut mereka, hihi. Jadi kali ini karena di tukang sayur adanya pisang tanduk, ya kita olah jadi sesuatu yang menggoda. Kolak? Mereka bakal nolak. Alhamdulillah sama yang satu ini larizz abizz. Sebelum ini bunda pakai pisang kepok, alhamdulillah juga habis tak bersisa. Kebetulan momennya hidangan ini buat takjil, jadi semangat deh anak2 memakannya. Sudah dimakan separuh :))  Resep banyak di google ya. Saya namakan pisang penyet bakar. Bahan : -Pisang kepok (belah 2)/tanduk (iris sesuai selera supaya tidak terlalu panjang), -Margarin, -Coklat beras atau coklat blok parut (seperti saya), keju parut, kacang sangrai yang dicincang kasar, atau apa saja (untuk topping...