Skip to main content

Posts

Miris

Bismillaah.. Seperti tak ada habisnya membahas mentalitas sebagian, sekali lagi sebagian orang Indonesia. Sayangnya sebagian itu adalah bagian besarnya . Ini tentang membuang sampah. Dalam perjalanan saya menunggu bus transjakarta ke Pulogadung melalui terminal Kampung Melayu, baru saja seorang driver bus, membuang sampah dari dalam, saat bus nya sedang berhenti di terminal. Sampah itu memang nampak kecil saja, tapi kalau kebanyakan manusia Indonesia berprilaku atau mempunyai habit seperti itu, apa jadinya? Jenis manusia seperti ini kalau diberitahu, kemungkinan hanya menjawab, "santai aja, ada pekerja kebersihan kok", atau "pasukan oren kan memang pekerjaannya itu". Tidak heran satu ketika, saya yang sedang memeriksa jawaban murid kelas 1 SD, yang soal essay nya adalah, "Siapakah yang harus menjaga kebersihan?". Jawaban yang ditulisnya, "pasukan oren". Hahaha, tergelak saya seketika. Tidak salah juga sih, tapi ini menggambarkan kondisi sikap ...
Recent posts

Memanfaatkan instant oat yang tidak habis2.

Assalamu'alaykum peeps.  Anak bunda yang kedua kuliah di luar kota. Dia harus ngekos di daerah dekat kampusnya. Kadang si abang ini membeli oat instan buat persediaan makanan yang cepat dan mudah dimakan, di saat waktu cukup sempit, kala lapar menyerang, diantara kesibukan menyelesaikan tugas2 kuliahnya. Tapi kemarin sebelum cuti kuliah dimulai, stoknya masih tersisa banyak. Jadi daripada rusak karena ditinggal cuti kuliah selama hampir 3 bulan, maka bunda suruh bawa balik ke Jakarta. Sampai rumah, ya sudah, gak tersentuh juga sama si abang, karena tersedia banyak pilihan. Maka bunda mencari-cari resep untuk memanfaatkan oat instant ini. Ternyata selain buat campuran pancake , ada resep savoury juga. Nah yang ini cocok buat bunda. Oatnya dibuat menjadi semacam wraps . Tapi ini versi sehat, karena tidak memakai tepung.  Kebetulan ada sisa ayam suwir saus tiram di kulkas, juga ada timun. Jadi bunda langsung eksekusi aja. Untuk jadi wraps, oatmeal diratakan di atas Teflon dan ...

Sekilas mirip kue serimuka / serikaya

Di hari raya idul fitri kemarin, bunda dan keluarga sempat berkunjung ke rumah pakcik bunda yang tinggal di Cilegon Banten. Ketika mau pulang, kami dibekali oleh2 beberapa macam. Salah satunya nampak seperti kue serimuka atau disebut juga ketan serikaya, atau gading galuh dalam bahasa ibunda saya yang orang melayu deli, Sumatra Utara. Tapi dibungkus dalam plastik dan nampak agak kering. Setelah dibuka, ternyata bagian atas yang mirip lapisan tepung gula merah terbuat dari kacang tanah... begitu bunda coba ternyata enaak sekali. Perpaduan gurihnya kacang tanah tumbuk dan manisnya ketan  dibawahnya...masya Allah. Maka timbullah rasa penasaran bunda, apakah nama makanan ini sebenarnya? Bunda upload lah foto kue itu di google, dan muncul nama ini, gipang sultan, yang dijual di market place. Dulu bunda menyebutnya jipang untuk camilan yang terbuat dari kacang dan gula merah. Ternyata jipang berkembang menjadi bermacam ragam.  Rasanya memang manis, tapi gak bikin muak. Yumm 😋

Ujung minggu yang menyenangkan.

Assalamu'alaykum peeps..  Seperti biasa kalau anak lajang bunda yang kedua balik dari cilegon karena cuti semester atau sekedar weekend, dia akan ke car free day pada hari ahadnya, jika cfd diadakan. Biasanya bunda kalau lagi tidak capek atau tiada kajian bulanan, akan ikut bersama ke cfd.  Alhamdulillah ahad kemarin cuaca baik, selesai subuh bunda bersama anak2 kecuali si bungsu, menuju tempat cfd di jalan Sudirman - Thamrin. Keluar dari halte busway, kami disambut dengan suasana yang ramai dengan masyarakat yang berlari, sekedar berjalan dan yang bersepeda. Setelah cukup berjalan, kami mampir ke sebuah kedai yang berada di jalan Setiabudi Sudirman. Kedai ini menjual sarapan Malaysia. Meskipun tidak lengkap, tapi cukup untuk memuaskan rindu kami akan sarapan ala Malaysia. Seperti diketahui, nasi lemak adalah salah satu sarapan yang terkenal. Tetapi kami lebih memilih mi goreng mamak, roti canai telur dan teh tarik.  Selain itu tersedia juga beberapa camilan kue.  ...

Bikin muffin pakai oven tangkring

Assalamu'alaykum... Setelah sekian lama bunda tidak mencoba bikin kue pakai oven, akhirnya hari ini bikin juga. Tapi bikinnya pakai oven tangkring atau otang. Karena sudah 30 tahun lebih tidak lagi menggunakan oven ini, jadinya cukup mencabar. Bunda kurang mengerti pengaturan panasnya. Dulu waktu masih remaja pernah bebikinan cookies, untuk bantu mama bikin kue lebaran. Tapi setelah pindah ikut suami ketika itu, tidak pernah lagi memanggang kue pakai otang.  Di malaysia hobi baking bunda makin mudah karena memakai oven listrik. Tinggal mengikuti resep yang lengkap dengan suhu oven yang dibutuhkan. Mulai dari bikin brownies sampai bikin roti dan pizza. Alhamdulillah berhasil semua. Nah setelah balik ke Jakarta, oven bunda tersebut juga ikut pindah ke Jakarta. Sayangnya power listrik di rumah tidak dapat menampung watt yang diperlukan oven. Setiap dicoba, panel listrik selalu "menendang". Akhirnya dengan berat hati bunda hanya meletakkannya diatas lemari, dengan harapan su...

Bikin coklat mete a la silv3r queen

Assalamu'alaykum peeps.. Lebaran kemarin, adiknya bunda beli kacang mete goreng agak banyak. Karena harganya yang miring, maka sudah diduga kualitasnya mengecewakan.  Kami mencoba menghabiskan kacang mete tersebut, tapi karena rasanya tidak fresh dan tidak begitu crunchy ,  akhirnya bunda coba bikin sesuatu yang disukai tapi cepat habis. Kalau sekedar untuk topping cake, tidak menghabiskan banyak kacang. Jadi bunda punya ide untuk dijadikan chocolate bar ala silver queen. Selain memakai jumlah kacang yang agak banyak, coklat yang manis juga akan sedikit menutupi rasa kacang yang kurang fresh . Dan yang paling penting super easy super quick snack. Maka bunda memakai coklat masak yang brandnya biasa tapi hasilnya agak bagus. Tadinya mau memakai dark chocolate compound , tapi rasanya kurang manis dan mungkin kurang menutupi rasa kacangnya. Akhirnya bunda memakai chocolate milk yang cenderung manis dan tampilannya nanti akan lebih bagus, karena agak cerah warnanya. Bikinnya h...

Halo 2025

Assalamu'alaykum peeps.  Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala ni'mat karunia Nya untuk kita.  Tahun 2024 kemarin seperti mimpi. Setahun tidak terasa seperti 1 tahun. Sebenarnya semenjak adanya covid, tahun-tahun yang berjalan terasa semakin cepat. Sunnatullah.. diakhir zaman hari, minggu, bulan dan tahun semakin terasa singkat. Anyway ... postingan pertama tahun 2025 ini Sebenarnya tidak membahas hal tersebut diatas.  Bunda mau nulis yang ringan saja.                                      ***** Teknologi AI. Bunda tidak ada pengetahuan mengenai AI ini. Tapi keadaan memaksa sedikit untuk mengenalnya. Sebenarnya ada rasa ngeri membayangkan teknologi yang terus berkembang ini, akan mengakibatkan kerusakan dalam segala hal, apabila berada di tangan yang salah. Kepalsuan akan merajalela dan orang yang awam atau belum paham adanya teknologi ini mudah tertipu dan mempercaya...